SUARA GARDA | ACEH BESAR Himpunan Mahasiswa Politik Universitas Syiah Kuala (Himapol) dan Dewan Pengurus Wilayah Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan bhakti sosial dan santunan anak yatim di komplek makam Pahlawan Nasional Tuanku Panglima Polem IX Desa Lamsie, Keamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (03/06/26).
Pelaksanaan kegiatan pengabdian Himapol USK dan DPW JASA Kabupaten Aceh Besar kepada masyarakat dengan tema melalui revitalisasi nilai-nilai Kepahlawanan Tuanku Panglima Polem IX sebagai media komunikasi dan pendidikan politik masyarakat, dengan Ketua Panitia Hasbuna Habiebie.
Sekitar 150 orang menghadiri acara tersebut, diantaranya Bustamam yang juga Ketua Commando Independen Aceh Besar, Raissul Akram Marzuki selaku Ketua Umum DPW JASA Kabupaten Aceh Besar, Novita Sari , S.IP, MIP, Ketua Prodi Ilmu Politik USK, Sekretaris Mukim Cot Glie Bukhari, Sekdes Lamsie Ikhwani, Imun Mesjid Tgk. Kamaruddin, Kepala Sekolah SD Negeri Cot Glie Muharir, Kades Gampong Lam Sie Muthasir beserta Aparatur Gampong Lam Sie.
Kemudian tampak hadir Tokoh KPA Aceh Besar Bustami, oara Dosen dan Tenaga Pendidik Prodi Ilmu Politik USK, para Mahasiswa Ilmu Politik Himapol USK Banda Aceh, para Ketua Kecamatan, Sektaris, Bendahara DPW JASA Aceh Besar, tokoh agama dan tokoh adat serta perwakilan organisasi dan tamu undangan.
Dalam rangkaian kegaiatan Revitalisasi Nilai-nilai Kepahlawanan Tokoh Tuanku Panglima Polem IX Sebagai Media Komunikasi Dmdan Pendidikan Politik Masyarakat diantaranya pendidikan Plpolitik oleh Dosen Bidang Politik USK, bhakti sosial di lingkungan komplek Makam Pahlawan Nasional Panglima Polem IX dan sekitarnya, penanaman pohon bermanfaat di lingkungan komplek makam, zikir dan doa bersama anak yatim dan jajaran Pengurus DPW JASA Aceh Besar dan masyarakat, pelaksanaan santunan anak yatim-piatu keluarga besar DPW JASA Aceh Besarl.
Acara tahlilan dan doa bersama berlangsung khidmat untuk mengenang kembali tentang perjuangan Tokoh Pahlawan Nasional Tuanku Panglima Polem IX. Doa bersama juga dipanjatkan kepada para syuhada keluarga Kombatan GAM yang meninggal dunia saat konflik Aceh. Acara ditutup dengan kenduri kuah Beulangong.[Red]



















