oleh

Khairil Anwar, Kecam Kelompok Sayap Kanan Pimpinan Politisi Denmark-Swedia

-POLITIK-77 Dilihat

SUARA GARDA | KOTA BINJAI Kecaman serta protes terus disuarakan oleh masyarakat, khususnya umat muslim di dunia kepada kelompok sayap kanan yang dipimpin oleh Politisi Denmark-Swedia, Rasmus Paludan, yang telah melakukan aksi dengan membakar Alqur’an yang terjadi pada Kamis (14/4) di Linkoping Selatan, Swedia, di bawah perlindungan Polisi.

Aksi protes pun meletus sehingga sempat menimbulkan kericuhan yang berujung dengan bentrok dalam beberapa terakhir ini pasca peristiwa pembakaran Alqur’an itu terjadi. Peristiwa itu pun banyak disoroti oleh Legislator di Indonesia, baik ditingkat Pusat maupun Daerah.

Adalah, Khairil Anwar S.Pdi, anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ikut menyoroti sekaligus mengutuk dan mengecam peristiwa tersebut. Menurutnya, aksi itu merupakan bentuk diskriminasi, ketakutan dan kebencian terhadap umat muslim.

“Islamphobia ini adalah bentuk nyata kerusakan hubungan sosial, hubungan antar agama bahkan negara. Ini juga Bentuk kebebasan hak asasi yang kelewatan batas,” ungkap Khairil Anwar saat dikonfirmasi awak media, Jumat (22/4).

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini juga menegaskan, tidak jarang Islamphobia di banyak negara dimanfaatkan oleh para Politisi untuk menarik simpati dan dukungan publik terhadap kepentingannya.

Pria yang juga dipercaya sebagai Ketua DED (Dewan Etik Daerah) PKS Kota Binjai ini menambahkan, tindakan yang melanggar hak asasi manusia ini tentunya sangat merugikan bagi hubungan sosial masyarakat, bahkan membuat ketidakstabilan kondisi negara. Swedia menjadi contoh paling terbaru.

“Negara-negara di dunia harus mengubah pandangan bahkan undang-undang negaranya yang sebelumnya memberikan kebebasan tanpa batas hak asasi manusia harus di ubah. Terbukti nyata bahwa kebebasan tanpa batasan memunculkan kerusakan, kerusuhan dan konflik-konflik sosial lainnya,” pungkas Khairil Anwar.

Sebagai Wakil Rakyat, ia juga berpandangan bahwa aksi pembakaran Alqur’an tersebut merupakan pelecehan terhadap agama.

“Ini merupakan aksi intoleran yang seharusnya tidak terjadi,” urai Khairil Anwar, sembari berharap Pemerintah Indonesia dapat mengambil sikap atas kejadian itu.

Pun begitu, ia menyerukan kepada umat muslim yang saat ini sedang melaksanakan ibadah Puasa di Bulan Ramadhan, agar tetap bersabar dan mampu menahan diri serta tidak terprovokasi oleh tindakan tidak beradab kepada umat beragama tersebut.

Diketahui, pembakaran Al-Quran di Kota Linkoping, Swedia, Kamis (14/4) lalu, disebut sebut menjadi ulah dari Partai politik sayap kanan, Stram Kurs pimpinan Rasmus Paludan.

Gerombolan besar 200 muslim berkumpul untuk memprotes tindakan “penistaan agama” yang dilakukan massa Stram Kurs dengan membakar Al-Quran.

Bahkan massa juga melempari Polisi dengan batu, menutup jalan untuk pergerakan kendaraan dan melakukan serangan pembakaran. [KP]

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.