7SUARA GARDA | ACEH TAMIANG
Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (P) Drs. Armia Pahmi, M.H., bersama Wakil Bupati Ismail, SE.I., menghadiri Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (9/4/26) di Ruang Sidang Utama DPRK Aceh Tamiang.
Dalam sambutannya, Bupati Armia menegaskan momentum pertambahan usia kabupaten harus menambah optimisme untuk berbenah, bangkit, dan berani berubah demi kemajuan bersama.
“Usia 24 tahun bukanlah sekadar angka kalender, melainkan masa transisi menuju kematangan dalam memantapkan pondasi infrastruktur dan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih serta melayani. Meski kita menghadapi ujian berat akibat bencana hidrometeorologi pada penghujung tahun 2025, momentum ini harus menjadi titik balik untuk mengakselerasi pemulihan,” ujar Bupati.
Bupati memaparkan progres Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Penyaluran dana stimulan rumah Gelombang I telah diberikan kepada 5.141 KK dengan total lebih dari Rp112 miliar. Rinciannya, 2.804 KK penerima bantuan rumah rusak ringan masing-masing Rp15 juta dan 2.337 KK penerima bantuan rumah rusak sedang masing-masing Rp30 juta. Selain itu, bantuan Meugang dua kali menjangkau 96.400 KK.
Bantuan sosial ekonomi juga telah disalurkan melalui Kantor Pos, meliputi santunan ahli waris kepada 236 keluarga sebesar Rp3,54 miliar, jaminan hidup bagi 26.725 jiwa sebesar Rp36,07 miliar, serta bantuan isi hunian dan stimulan ekonomi masing-masing untuk 7.575 KK.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan penyaluran bantuan Tahap II akan dilakukan kepada masyarakat terdampak di empat kecamatan, yakni Rantau, Karang Baru, Bandar Pusaka, dan Bendahara. Penyaluran dijadwalkan pukul 14.00 WIB setelah Salat Jumat, bersama Menteri Sosial dan Menteri Dalam Negeri melalui _zoom meeting_ dengan lokasi pembagian di Aula Setdakab.
“Insyaallah bantuan jaminan hidup akan disalurkan kepada 20.908 jiwa, kemudian bantuan isi hunian atau perabot untuk 5.941 kepala keluarga, serta stimulan ekonomi untuk 5.941 kepala keluarga,” jelasnya.
Pemerintah juga menyalurkan santunan Rp5 juta per orang kepada 187 korban luka berat. Untuk hunian sementara, dari total kebutuhan 9.180 unit, sebanyak 4.105 unit telah terbangun. Dari jumlah itu, 1.771 unit sudah rampung dan dihuni, sementara 2.334 unit masih tahap penyelesaian. Dana Tunggu Hunian telah disalurkan kepada 1.217 KK.
Bupati menegaskan pemulihan dilakukan menyeluruh, antara lain melalui penyusunan ulang tata kota berbasis mitigasi bencana dengan melibatkan akademisi dan pakar, serta revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Tamiang.
Di sektor infrastruktur, pemerintah merencanakan pembangunan jembatan permanen di Lubuk Sidup yang akan ditenderkan Juni mendatang, serta perbaikan sejumlah akses jalan dan jembatan di Kecamatan Sekerak dan sekitarnya. Rehabilitasi rumah sakit, penataan kota, drainase, dan trotoar juga akan dilakukan dengan dukungan pemerintah pusat.
Selain fisik, Bupati menekankan komitmen pembangunan mental dan spiritual, termasuk rencana pembangunan Masjid Agung Aceh Tamiang sebagai simbol persatuan umat.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Presiden, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah mendukung penanganan bencana di Aceh Tamiang.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi. Dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, kita yakin Aceh Tamiang akan pulih dan bangkit menjadi lebih baik,” pungkasnya.[IndahFebri]



















