banner 728x250
IKlan

Wakil Bupati Aceh Tamiang Jadi Irup Upacara Hari Lahir Pancasila, Ajak Jadikan Pancasila Ideologi Hidup

banner 120x600
banner 468x60

SUARA GARDA | ACEH TAMIANG            Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin 1 Juni 2026. Upacara berlangsung khidmat di Halaman Pendopo Bupati Aceh Tamiang, Karang Baru.

Mengusung tema nasional, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Upacara diikuti ASN, TNI, Polri, tokoh masyarakat, dan perwakilan pelajar se-Aceh Tamiang.

banner 325x300

Dalam amanatnya, Wabup Ismail membacakan sambutan resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP RI. Ia menegaskan Pancasila sebagai “bintang penuntun” bangsa yang telah teruji ketangguhannya.

“Pancasila adalah ‘jangkar moral’ kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik,” ujar Ismail saat membacakan pidato.

Wabup menyoroti kekuatan Pancasila menyatukan Indonesia yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis. Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata keberagaman yang bersatu.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah. Pastikan setiap kebijakan publik berlandas keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan publik, menjamin hak-hak masyarakat terkecil, dan tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.

Wabup juga mengingatkan pentingnya melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak harmonisasi kebangsaan.
Upacara dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.

Usai upacara, acara dilanjutkan dengan pengukuhan purna tugas anggota Paskibraka Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2025. Prosesi ini menjadi simbol berakhirnya pengabdian mereka sebagai pengibar bendera pusaka.[m Rotuah]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *