SUARA GARDA | ACEH TAMIANG Riuh tawa anak-anak kembali menggema di Kp. Kotalintang, Kecamatan Kota Kuala Simpang, Sabtu (27/6) kemarin. Di atas tanah yang beberapa waktu lalu luluh lantak diterjang banjir bandang dan tanah longsor, kini berdiri kokoh bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Ikhsan, atau yang kini populer disebut “Sekolah Malaka”.
Gedung pendidikan baru ini diresmikan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H. Kehadiran sekolah ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi dan kepedulian kolektif mampu memulihkan trauma sekaligus membangun kembali masa depan anak-anak korban bencana di Sumatra bagian utara.
APRESIASI BUPATI UNTUK SINERGI KEMANUSIAAN
Bupati Armia tidak dapat menyembunyikan rasa haru sekaligus bangganya saat melihat fasilitas sekolah yang sudah siap pakai, lengkap dari meja, bangku, hingga seragam baru untuk para siswa.
Dalam sambutannya, jenderal bintang dua purnawirawan itu menyampaikan apresiasi mendalam kepada Yayasan Cakra Abhipraya Responsif dan gerakan Malaka Project.
“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sangat mengapresiasi kepedulian luar biasa dari Yayasan Cakra Abhipraya Responsif di bawah pimpinan Saudara Putro Anugrahlindu, serta aksi luar biasa dari Saudara Ferry Irwandi melalui platform Kitabisa. Sinergi kemanusiaan ini adalah wujud nyata kolaborasi yang mengembalikan harapan dan masa depan generasi penerus kita,” ujar Bupati Armia dengan penuh penekanan.
Bupati berharap momentum peresmian ini menjadi simbol bangkitnya kembali kualitas pendidikan keagamaan dan formal di Aceh Tamiang. “Berdirinya MDTA Al-Ikhsan adalah bukti bahwa ketika bencana melumpuhkan infrastruktur, kepedulian sesama manusia mampu membangunnya kembali menjadi lebih kuat,” tegasnya.
LAHIRNYA DARI LIVE STREAMING 24 JAM, KUMPULKAN Rp10,3 M
Berdirinya Sekolah Malaka seperti sebuah cerita fiksi yang menjadi kenyataan. Fasilitas ini lahir dari sebuah gerakan kemanusiaan digital yang fenomenal, siaran langsung 24 jam penuh di kanal YouTube Ferry Irwandi.
Aksi nekat nan mulia tersebut mengetuk hati ratusan ribu netizen. Hasilnya, berhasil dihimpun dana fantastis sebesar Rp10,3 miliar dari donasi masyarakat, mulai dari ratusan rupiah hingga jutaan.
Uang donasi itu kini mewujud menjadi dinding-dinding kelas yang kokoh. Dipadukan dengan eksekusi lapangan yang tanggap dari Yayasan Cakra Abhipraya Responsif*, peletakan batu pertama yang dimulai pada 26 Januari 2026 lalu akhirnya tuntas dalam waktu singkat.
“Hari ini Sekolah Malaka di Aceh Tamiang sudah mulai beroperasi, baju seragam juga sudah, bangku sama meja juga sudah. Senang banget lihatnya,” tulis Ferry Irwandi dalam unggahan media sosialnya yang viral. Ia juga menyelipkan pesan motivasi: ”Belajar yang rajin ya kawan-kawan muda.”
3 SEKOLAH DIBANGUN, FOKUS PEMULIHAN JANGKA PANJANG
Ketua Cakra Abhipraya Responsif, Putro Anugrah Lindu, mengatakan pihaknya sudah masuk ke Aceh Tamiang sejak masa tanggap darurat. Hingga kini, gerakannya total mengerjakan 3 proyek perbaikan sekolah, yakni TK Islam Nashrullah, MDTA Al-Ikhsan atau Sekolah Malaka, serta SDN Pantai Cempa.
Peresmian Sekolah Malaka menandai babak baru pemulihan di Kotalintang. Dari reruntuhan bencana, kini lahir ruang belajar yang aman, layak, dan penuh harapan bagi anak-anak Aceh Tamiang. [M Rotuah]



















