banner 728x250
IKlan

Peringati 21 Tahun HDA, Ratusan Peserta GDA Ikuti Kirab Damai Aceh

banner 120x600
banner 468x60

SUARA GARDA   |   ACEH BESAR  Komunitas Garda Damai Aceh (GDA) menggelar Kirab Aceh 2026 pada Sabtu, 15 Agustus 2026, untuk memperingati 21 tahun perdamaian Aceh atau MoU Helsinki.

Sekitar 250 peserta dari berbagai unsur masyarakat dan komunitas termasuk Jaringan Anak Syuhada Aceh (JASA) Aceh Besar ikut ambil bagian. Kegiatan ditandai dengan konvoi menggunakan mobil, becak, dan sepeda motor yang melintasi wilayah Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.

banner 325x300

Selain sebagai momentum peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh, kegiatan ini memiliki pengaruh luas terhadap keberlangsungan perdamaian di Aceh. Kirab menjadi ruang bagi masyarakat untuk menegaskan kembali pentingnya menjaga perdamaian sebagai fondasi kehidupan sosial, politik, dan pembangunan Aceh.

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah komunitas dan elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap keberlanjutan perdamaian Aceh.

BUKAN SEKEDAR SEREMONIAL

Koordinator Garda Damai Aceh, Raif Alghifari, menegaskan Kirab Aceh 2026 tidak boleh dimaknai sebatas kegiatan seremonial.

Menurutnya, 21 tahun perdamaian adalah momentum untuk merefleksikan perjalanan Aceh sekaligus memperkuat kesadaran bahwa perdamaian harus dirawat bersama-sama.

“Perdamaian Aceh merupakan hasil dari perjalanan panjang yang harus terus kita rawat bersama. Melalui Kirab Aceh 2026, kami ingin menyampaikan pesan bahwa perdamaian adalah milik seluruh masyarakat Aceh dan menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” ujar Raif kepada media, pada Sabtu (15/08/2026).

Ia menyebutkan, keterlibatan 250 peserta dari berbagai unsur menunjukkan semangat menjaga perdamaian masih tumbuh di tengah masyarakat. Pergerakan konvoi melintasi Aceh Besar dan Banda Aceh juga menjadi simbol bahwa pesan perdamaian harus terus disampaikan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Kirab ini bukan hanya tentang kendaraan yang bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Yang ingin kita gerakkan adalah pesan bahwa perdamaian harus terus hidup dalam kesadaran masyarakat Aceh,” kata Raif.

PERAN GENERASI MUDA

Menurut Raif, keberlanjutan perdamaian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi butuh keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Partisipasi generasi muda dinilai sangat penting agar nilai-nilai perdamaian tetap relevan.

Keterlibatan JASA Aceh Besar disebutnya sebagai bentuk partisipasi generasi muda dalam menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari penjaga perdamaian. Mereka perlu memahami sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh agar pengalaman masa lalu dapat menjadi pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

TEMA MENUJU ACEH SEJAHTERA

Kirab Aceh 2026 mengusung tema “Bersatu dalam Damai, Maju dalam Kebersamaan, Menuju Aceh Sejahtera.” Tema ini menegaskan bahwa perdamaian tidak cukup dimaknai sebagai berakhirnya konflik bersenjata, tetapi harus diterjemahkan menjadi persatuan, stabilitas, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

GDA memandang perdamaian sebagai modal sosial dan politik yang harus terus dijaga agar Aceh dapat bergerak menuju masa depan yang lebih aman, maju, dan sejahtera.

Melalui Kirab Aceh 2026, GDA menyampaikan pesan bahwa perdamaian Aceh bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tanggung jawab generasi hari ini dan warisan untuk generasi mendatang.

Semangat “Aceh Damai” diharapkan terus menjadi nilai bersama dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan pembangunan Aceh. [***]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *