banner 728x250
IKlan

Buka Advokasi Pokjanal Posyandu, Bupati Armia: Posyandu Harus Layani Seluruh Siklus Kehidupan

banner 120x600
banner 468x60

SUARA GARDA | ACEH TAMIANG  Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., membuka kegiatan Advokasi Penguatan Pokjanal Posyandu Terkait Pelaksanaan Peran Pokjanal Posyandu kepada Lintas Sektor Tahun 2026, di Aula Setdakab Aceh Tamiang, Rabu (07/10/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mengoptimalkan peran strategis Posyandu.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Bupati Armia menegaskan bahwa keberadaan Posyandu masih sangat penting bagi masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. Posyandu yang tumbuh dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat memiliki peran strategis dalam promosi kesehatan, deteksi dini, pencegahan penyakit, serta mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Posyandu tidak hanya memberikan pelayanan kepada ibu dan anak, tetapi mencakup seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, usia dewasa hingga lanjut usia,” ujar Bupati.

Bupati menjelaskan, berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, tugas Posyandu mencakup *enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni:

1. Kesehatan
2. Pendidikan
3. Pekerjaan Umum
4. Perumahan Rakyat
5. Ketenteraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
6. Sosial

“Posyandu harus menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memastikan enam SPM berjalan optimal. Kita juga perlu memperkuat upaya penurunan stunting dan mengoptimalkan dukungan anggaran desa,” tegas Bupati.

Dengan sekitar 295 Posyandu yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang, Bupati mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dalam pembinaan, fasilitasi, koordinasi dan pengawasan Posyandu di tingkat kabupaten, kecamatan dan kampung.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Aceh Tamiang, Yuyun Armia, menekankan pentingnya dukungan seluruh sektor terkait, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Puskesmas, pemerintah kecamatan dan kampung, serta para kader.

Ia berharap semua jajaran terkait lebih aktif turun ke lapangan untuk memastikan pelayanan Posyandu berjalan optimal, terutama dalam pelayanan bagi bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui, remaja dan lansia.

Yuyun juga menekankan pentingnya ketepatan penimbangan, pengukuran, dan pendataan sebagai dasar intervensi kesehatan, khususnya dalam pencegahan dan penanganan stunting.

“Kita harus memastikan pelayanan dan data bayi, balita, serta ibu hamil terpantau secara akurat. Perhatian yang kita berikan hari ini merupakan investasi untuk menyiapkan generasi emas Indonesia,” katanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Bappeda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang mengenai penguatan peran Posyandu dan implementasi pelayanan berbasis enam Standar Pelayanan Minimal.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran TP PKK Kabupaten Aceh Tamiang, Ketua Dharma Wanita Persatuan, para Kepala OPD/SKPK terkait, Kepala Puskesmas beserta jajaran, serta undangan lainnya.
[M ROTUAH]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *