SUARA GARDA | ACEH TAMIANG Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, mengukuhkan 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2026 di Pendopo Bupati, Jumat (14/08/2026).
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Diawali dengan menyanyikan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta, dilanjutkan pengucapan Ikrar Putra Indonesia, penciuman Bendera Merah Putih, serta pemasangan simbolis pangkat dan kendit kepada perwakilan Paskibraka oleh Bupati.
MAKNA PENGUKUHAN KEHORMATAN DAN KEPERCAYAAN NEGARA
Dalam sambutannya, Bupati Armia menegaskan pengukuhan ini bukan sekadar seremoni tahunan.
“Pengukuhan Paskibraka bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan peneguhan tanggung jawab, kehormatan, dan kepercayaan negara kepada generasi muda,” tegasnya.
Ia mengapresiasi seluruh anggota Paskibraka yang telah melalui proses seleksi, pembinaan dan latihan dengan disiplin dan ketekunan. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih, pembina, panitia dan orang tua atas dukungan yang diberikan selama ini.
PESAN: JADI TELADAN DI LUAR LAPANGAN UPACARA
Bupati berpesan agar anggota Paskibraka tidak hanya menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Paskibraka sebagai pedoman hidup.
Nilai yang ditekankan: disiplin, tanggung jawab, integritas, persatuan, dan semangat kebangsaan.
“Jadikan pengalaman sebagai Paskibraka sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan. Teruslah belajar, berprestasi dan berkontribusi bagi masyarakat,” pesan Bupati.
PERAN STRATEGIS GENERASI MUDA PASCA BENCANA
Secara khusus Bupati menyoroti peran strategis generasi muda dalam melanjutkan pembangunan Aceh Tamiang. Terutama dalam konteks pemulihan dan pembangunan daerah pascabencana yang masih menjadi fokus pemerintah daerah saat ini.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kata Bupati, berkomitmen memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang melalui pendidikan, olahraga, kepemudaan, kreativitas dan berbagai kegiatan positif.
“Anak-anak kita hari ini adalah penentu wajah Aceh Tamiang 10-20 tahun ke depan. Karena itu pembinaan karakter seperti di Paskibraka ini sangat penting,” imbuhnya.
Pengukuhan turut dihadiri unsur Forkopimda, para Asisten Setdakab, kepala OPD, pelatih, pembina, panitia Paskibraka, orang tua anggota Paskibraka, dan undangan lainnya.
Dengan dikukuhkannya 30 putra-putri terbaik ini, Aceh Tamiang kini memiliki duta-duta muda yang membawa kehormatan daerah di Hari Kemerdekaan. Tugas mereka selanjutnya: mengibarkan bendera dengan sempurna, dan mengibarkan nilai-nilai kebangsaan dalam tindakan nyata. [m rotuah]



















