banner 728x250
IKlan

Wabup Ismail Pimpin Apel Siaga Karhutla 2026: Aceh Tamiang Perkuat Deteksi Dini Jelang Musim Kemarau

banner 120x600
banner 468x60

SUARA GARDA  | ACEH TAMIANG Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Halaman Sport Center, Jum’at (04/09/2026), Karang Baru.

Apel yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE., I ini menjadi wujud komitmen Pemkab untuk meningkatkan sinergitas lintas sektor menghadapi potensi Karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau.

banner 325x300

Dalam amanatnya, Wabup Ismail mengingatkan bahwa bencana alam hidrometeorologi beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

“Bencana alam Hidrometeorologi beberapa waktu lalu menyadarkan kita pentingnya menjaga keseimbangan alam, ekosistem hulu dan kelestarian lingkungan kita,” ungkap Ismail.

Menurutnya, kerusakan lingkungan di hulu akan berdampak langsung ke hilir. Karena itu, pencegahan Karhutla tidak bisa hanya jadi tanggung jawab BPBD, tapi harus gerakan bersama.

Dalam kesempatan itu, Wabup Ismail mengajak seluruh pemangku kepentingan antara lain untuk, meningkatkan sinergitas lintas sektor dan lintas lembaga, mengoptimalkan deteksi dini secara berkala di daerah-daerah rawan kebakaran, dan menyiapkan personel dan sarana prasarana serta melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan jauh lebih murah daripada pemadaman. Kita tidak boleh lengah walau sedetik pun,”tegas Wabup.

Usai apel, Wabup Ismail bersama Unsur Forkopimda langsung memeriksa kesiapan personel yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, BPBD, TAGANA, SAR, dan unsur relawan lainnya.

Pemeriksaan dilanjutkan pada kesiapan alat dan mobil pemadam kebakaran. Apel ditutup dengan simulasi pemadaman api untuk menguji kecepatan, koordinasi, dan kesiapan lapangan tim gabungan.

Simulasi ini menjadi bukti bahwa Aceh Tamiang tidak hanya siaga di atas kertas, tapi juga siap di lapangan.

Apel ini menandai pergeseran penting, tentang penanggulangan bencana di Aceh Tamiang mulai bergeser dari pola reaktif menjadi preventif.

Dengan menguatkan deteksi dini dan edukasi masyarakat, Pemkab berupaya memutus mata rantai Karhutla sebelum api sempat menyala besar.

Di tengah perubahan iklim dan musim kemarau yang kian tak menentu, kesiapsiagaan hari ini adalah investasi agar esok anak-anak Aceh Tamiang masih bisa menghirup udara bersih.     [M Rotuah]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *