banner 728x250
IKlan

Dandim 0117/Aceh Tamiang: Kesiapsiagaan Karhutla Dimulai dari Sinergi dan Pencegahan Sejak Dini

banner 120x600
banner 468x60

SUARA GARDA  |  ACEH TAMIANG Komandan Kodim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Arm Raden Subhi Fitra Jaya, S.Sos., M.M., mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Sports Center Aceh Tamiang, pada Jum’at (04/09/26).

Apel ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan seluruh unsur terkait, sekaligus untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi potensi Karhutla, khususnya pada musim kemarau.

banner 325x300

Dalam kegiatan tersebut, Dandim menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa ditangani satu institusi saja. Dibutuhkan kerja sama dan koordinasi yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh elemen masyarakat.

“Kesiapsiagaan harus kita tingkatkan sejak dini. Pencegahan merupakan langkah utama dalam menghadapi Karhutla, sehingga diperlukan sinergi dan kepedulian seluruh pihak untuk menjaga wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” ujar Dandim.

Menurutnya, api sekecil apapun jika tidak dicegah sejak awal bisa menjadi bencana besar yang merusak ekosistem, kesehatan, dan perekonomian warga.

Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Raden Subhi juga memberikan penekanan langsung kepada seluruh personel yang terlibat:

1. Tingkatkan kewaspadaan di setiap jajaran Babinsa dan Koramil.

2. Lakukan pemantauan rutin di wilayah-wilayah rawan Karhutla.

3. Berikan edukasi masif kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan

Dandim menekankan peran Babinsa sangat krusial sebagai garda terdepan. Karena mereka yang paling tahu kondisi lapangan dan paling dekat dengan masyarakat.

Melalui apel kesiapsiagaan ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat memiliki kesiapan yang optimal. Tujuannya agar mampu bergerak secara cepat, tepat, dan terpadu apabila terjadi bencana Karhutla di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Pemeriksaan personel, alat pemadam, dan simulasi pemadaman yang dilakukan setelah apel menjadi bukti bahwa kesiapan bukan hanya di atas kertas.

Kodim 0117/Aceh Tamiang bersama unsur terkait menyatakan komitmennya akan terus mendukung upaya pemerintah daerah dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Tujuannya jelas: menjaga keamanan, kelestarian lingkungan, serta keselamatan masyarakat di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Karhutla bukan hanya soal hutan terbakar. Dampaknya langsung: kabut asap, ISPA, gagal panen, dan lumpuhnya aktivitas.

Dengan menguatkan peran TNI melalui Babinsa, Pemkab dan Kodim ingin membangun “benteng pencegahan” sampai ke tingkat desa. Karena pengalaman membuktikan, 90% Karhutla berawal dari kelalaian manusia.

Jika sinergi ini jalan, maka musim kemarau 2026 bukan lagi ancaman, tapi ujian kesiapan yang sudah dilewati bersama.[M Rotuah]

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *